Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label namanya juga karya yang terbuang). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label namanya juga karya yang terbuang). Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2009

AKU-KAH MEREKA??

Aku menulis tanpa henti
Mencacat setiap orang yang menyakiti
Bodohkah aku? Tololkah aku??

Meski ku tahu, ku tak salah dengan ini
Tapi, sungguh takutlah aku
Apakah aku bagian dari mereka??
Apakah aku juga mencacat diriki sendiri??

Biarlah, aku tetap menulis
Jika memang aku bagian dari mereka
Biarkan aku ikut musnah bersamanya
Sungguh tak ingin jika dirikulah yang ku benci
Lebih baik tak ada jika aku seperti mereka
Mereka yang murah, sungguh percuma

SAAT DIA MENGAKUI

Saat ia membelalakkan mata
Saat ia menjerit ketakutan
Sungguh tampak bodoh dia

Saat ia meninggikan suara
Saat ia tersenyum kecewa
Memang benar, sungguh kotor dia

Akhirnya, sudah tak kuat ia dengan dirinya
Dirinya yang seribu muka
Dirinya yang tak pernah kenal diri
Dirinya yang hanya sebagai pewarna semata

Tapi, tak percaya ia tak berubah
Mempertahankan dirinya sendiri
Merelakan keindahan meninggalkannya
Merelakan kebenaran enggan mendekat

Tak masalah ini buatnya
Dia memang menikmati kehidupannya
Hidup yang penuh palsu dan murah
Hidup yang tanpa nilai makna
Tapi, itulah dia...

(untuk orang2 berpola pikir kotor dan tolol)

AKULAH AKU

Aku menatap lantai
Seketika mataku juga memerah
Jerit cacian pun menghujani hatiku
Tak luput, genggaman tanganku semakin kuat

Ku tak peduli orang melihatku
Masih untung aku tak lari
Membawa sebongkah hati sakit
Untuk modal tuk membalas

Bukannya aku suka mengelus dada
Bukan pula aku pembawa dendam
Hanya aku ingin tidur pulas
Membaringkan kepala ke atas alas tidur
Mengalirkan 3 atau 4 tetes air
Lalu berpikir untuk esok

Tak apa kalo sementara
Tapi ini selalu terjadi
Sekarang mungkin aku yang aku
Tapi entah esok
Aku menjadi aku yang lain

Ku ingin istirahat 3-4 hari
Melepas pikiran ini
Berusaha tetap menjadi aku yang aku
Karena akulah aku..

DIA YANG TERBUANG

Ia mendongakkan kepala
Menatap tajam penuh percaya diri
Tak peduli orang sekitar memperhatikan
Tetap berjalan tegak badannya
Sedang yang lain
Membawa sebongkah batu
Berjalan menunduk penuh beban keletihan
Tak apa jika sanggup menanggung
Hanya lagak dan gaya, kosong sebenarnya
Tanpa guna, sungguh percuma
Sadarlah,kau tak apa bagi temanmu
Kau hanya objek tertawaan
Barang asongan yang ingin menjadi barang mahal
Sungguh konyol jika tetap kau lakukan
Mungkin, saat ini temanmu masih diam
Masih maklum, masih paham
Tapi jangan kira ini tak kan terjadi
Kau kan seperti sampah bagi mereka
Dibuang lalu dibakar!!!