Entri Populer

Selasa, 16 November 2010

SIMULASI PERKIRAAN DAMPAK PENEBANGAN POHON

Kegiatan pemanenan kayu menyebabkan meningkatnya keterbukaan lahan. Keterbukaan lahan disebabkan adanya penebangan, penggusuran dan pengikisan oleh traktor terutama pada saat penyaradan, pembuatan jalan sarad, dan pembuatan tempat pengumpulan kayu (TPn). Pada saat penebangan, pohon yang ditebang menimpa pohon dan anakan lain di sekitarnya yang mengakibatkan kerusakan, sehingga areal tersebut terbuka. Besarnya keterbukaan lahan akibat kegiatan ini antara lain dipengaruhi oleh sistem pemanenan, intensitas pemanenan, perencanaan petak tebang, perencanaan penyaradan dan kemiringan lapangan. Sistem pemanenan yang dilakukan berpengaruh terhadap besarnya keterbukaan lahan dan gangguan yang berada pada tanah (Purwodido, 1999).

Limbah pemanenan adalah bagian pohon yang seharusnya dapat dimanfaatkan, tetapi karena berbagai sebab terpaksa ditinggalkan di hutan. Besarnya limbah tersebut dinyatakan sebagai persentase antara volume bagian batang yang ditinggalkan dengan volume seluruh batang yang diharapkan dapat dimanfaatkan (Satrodimejo dan Simarmata, 1978). Limbah pemanenan kayu meliputi bagian tunggak di atas batas yang diperkenankan, bagian-bagian dari kayu bulat yang pecah atau tercabut seratnya sampai batas cabang. Berdasarkan terjadinya limbah pemanenan (logging waste) dibedakan sebagai berikut :

· Limbah yang terjadi di tempat tebangan (felling area), yang biasanya berupa cabang-cabang, ranting-ranting yang berdiameter > 10 cm. Kelebihan tunggak dari tinggi yang dibenarkan (25-50 cm dari permukaan tanah) dan potongan-potongan atau tatal-tatal akibat pembagian batang (bucking).

· Limbah yang terjadi di tempat pengumpulan kayu (log deck), biasanya berbentuk batang yang tidak memenuhi syarat-syarat kayu ekspor baik kualita maupun ukurannnya. Misalnya kayu yang bengkok, pecah, busuk dan sebagainya. Pada sistem pemanenan yang melakukan pembagian batang (bucking) di log deck, limbah yang terjadi berupa batang-batang pendek, yaitu sisa-sisa pembagian batang tersebut.

· Limbah yang terjadi di log pond, umumnya terjadi pada pemanenan kayu rimba di luar pulau jawa yang disebabkan karena penolakan kualita oleh pihak pembeli. Kayu-kayu tersebut mungkin disebabkan terlalu lama disimpan di log pond sehingga kayu menjadi pecah-pecah, busuk atau terkena jamur.

Simarmata dan Haryono (1986) mengartikan limbah pemanenan kayu sebagai pohon atau bagian batang yang tertinggal dan belum dimanfaatkan di areal tebangan yang berasal dari pohon yang ditebang dan pohon-pohon lain yang rusak akibat penebagan dan penyaradan.

Menurut Sastrodimedjo dan Simarmata (1978), terjadinya limbah tebangan yang cukup besar disebabkan oleh kesalahan dalam melaksanakan teknik penebangan, kesalahan dalam menentukan arah rebah, kesalahan dalam pemotongan batang. Limbah penebangan pohon dapat dikurangi apabila dalam pembuatan takik rebah dan takik balas mempertimbangkkan arah rebah pohon yang tepat, mengupayakan agar takik rebah serendah mungkin sehinggga tunggak pohon hampir rata dengan tanah, arah rebah pohon diusahakan sedemikian rupa agar batang pohon tidak patah atau pecah untuk mendapatkan mutu kayu yang tinggi.

Arah rebah yang terbaik adalah yang mendekati atau menjauhi jalan sarad dengan membentuk sudut 300-450 (pola sirip ikan) atau arah rebah dalam posisi sejajar di atas jalan sarad dengan arah berlawanan dengan arah penyaradan. Bila memungkinkan, arah rebah pohon diarahkan ke tempat kosong dan pada tajuk pohon yang sudah ditebang sebelumnya (maksimal 3). Pada areal curam, arah rebah menyerong kesamping lereng (sepanjang kontur). Hindarkan pohon rebah memotong sungai atau masuk areal kawasan lindung dan kerusakan pada pohon inti permudaan dan pohon lindung.

Pengukuran kerusakan akibat penebangan satu pohon ini bertujuan untuk melihat pengaruh penebangan satu pohon terhadap kerusakan pada tegakan, pada pohon non target yang berdiameter lebih dari 10 cm, dan pada anakan di sekitarnya yang penting untuk regenerasi. Beberapa bentuk kerusakan adalah patah batang utama yang dipengaruhi oleh tingkat kerapatan individu di sekitar pohon target dan liana yang melilit pohon target dengan non target, kerusakan tajuk yang umumnya terjadi pada pohon non target yang berada pada strata B dan C atau lebih rendah dari tinggi total pohon target. Tingkat kerusakan pohon-pohon non target lebih dipengaruhi oleh tinggi total pohon target yang menyebabkan luasan rumpang lebih besar, kerapatan individu dalam radius lingkar tinggi total pohon target, luas tajuk pohon target, arah rebah oleh operator chainsaw serta liana yang melilit antar pohon terutama pohon target dengan non target.

Kerusakan tegakan tinggal adalah kerusakan yang terjadi pada tegakan tinggal diakibatkan oleh kegiatan pemanenan kayu. Kerusakan-kerusakan tersebut berupa pohon roboh atau mati, rusak tajuk, rusak batang, patah batang, pecah batang, rusak kulit, rusak akar yang menyebabkan tidak dapat tumbuh lagi secara normal. Berdasarkan derajat kerusakan tegakan, kerusakan dibedakan atas kerusakan berat (lebih dari 50%), kerusakan sedang (25 – 50%), dan kerusakan ringan (kurang dari 25%). (Elias dkk 2010)


DAFTAR PUSTAKA

Elias, dkk. 2010. Pemanenen Hutan. Bogor: Fakultas Kehutanan IPB Press.

Purwowidodo. 1999. Konservasi Tanah di Kawasan Hutan. Bogor: Fakultas Kehutanan IPB Press.

Sastrodimedjo, R.S. dan S.R. Simarmata. 1980. Cara-cara Mengurangi Limbah di Bidang Eksploitasi Hutan. Proceeding Seminar Eksploitasi Hutan. Lembaga Penelitian Hasil Hutan. Bogor.

Simarmata, S.R. dan Haryono. 1986. Volume dan Klasifikasi Limbah Eksploitasi Hutan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. Vol. 3. No. 1. Bogor.

Senin, 15 November 2010

FORGETTING

Look at my eyes

I see, and you see

A rainbow gets away from yourself

My tears will burn it fast

A fool moment has came

I want to go around but my legache

I don’t wanna hear it but his voice’s so loud

You never call my name again

** You take my hand

And so we’ll promise

Reff:

Far from me and I never call you

You can’t spell my name

We see ground where we stand

When we meet, we make a walk to remember

But it’s no better

I can do it too

Hey guys, come on remember it

I hate you as long as you hate me

But I will give a burden more crazily

Hyehe…. (back to **)

I have a future, so do you

You forget me and I forget you

Selasa, 30 Juni 2009

AKU-KAH MEREKA??

Aku menulis tanpa henti
Mencacat setiap orang yang menyakiti
Bodohkah aku? Tololkah aku??

Meski ku tahu, ku tak salah dengan ini
Tapi, sungguh takutlah aku
Apakah aku bagian dari mereka??
Apakah aku juga mencacat diriki sendiri??

Biarlah, aku tetap menulis
Jika memang aku bagian dari mereka
Biarkan aku ikut musnah bersamanya
Sungguh tak ingin jika dirikulah yang ku benci
Lebih baik tak ada jika aku seperti mereka
Mereka yang murah, sungguh percuma

SAAT DIA MENGAKUI

Saat ia membelalakkan mata
Saat ia menjerit ketakutan
Sungguh tampak bodoh dia

Saat ia meninggikan suara
Saat ia tersenyum kecewa
Memang benar, sungguh kotor dia

Akhirnya, sudah tak kuat ia dengan dirinya
Dirinya yang seribu muka
Dirinya yang tak pernah kenal diri
Dirinya yang hanya sebagai pewarna semata

Tapi, tak percaya ia tak berubah
Mempertahankan dirinya sendiri
Merelakan keindahan meninggalkannya
Merelakan kebenaran enggan mendekat

Tak masalah ini buatnya
Dia memang menikmati kehidupannya
Hidup yang penuh palsu dan murah
Hidup yang tanpa nilai makna
Tapi, itulah dia...

(untuk orang2 berpola pikir kotor dan tolol)

AKULAH AKU

Aku menatap lantai
Seketika mataku juga memerah
Jerit cacian pun menghujani hatiku
Tak luput, genggaman tanganku semakin kuat

Ku tak peduli orang melihatku
Masih untung aku tak lari
Membawa sebongkah hati sakit
Untuk modal tuk membalas

Bukannya aku suka mengelus dada
Bukan pula aku pembawa dendam
Hanya aku ingin tidur pulas
Membaringkan kepala ke atas alas tidur
Mengalirkan 3 atau 4 tetes air
Lalu berpikir untuk esok

Tak apa kalo sementara
Tapi ini selalu terjadi
Sekarang mungkin aku yang aku
Tapi entah esok
Aku menjadi aku yang lain

Ku ingin istirahat 3-4 hari
Melepas pikiran ini
Berusaha tetap menjadi aku yang aku
Karena akulah aku..

HIDUP UNTUK SENDIRI

Hanya seperti inikah hidup?
Mengalah dan kalah
Batu keras pun lapuk karena hujan
Mengalah dan tak melawan
Menerima meski sakit rasanya
Betapa nikmat orang sakit
Sakit dari dirinya
Sakit yang dibuat olehnya
Sementara orang di sekitar
Orang waras yang menahan batin
Trus mengalah dan akhirnya sakit karenanya
Bukan ego namanya
Jika itu semua berjalan
Aku hidup untuk diriku
Aku mati hanya untuk diriku
Tak peduli apa kata mereka
Semua orang memang untuk sendiri

DIA YANG TERBUANG

Ia mendongakkan kepala
Menatap tajam penuh percaya diri
Tak peduli orang sekitar memperhatikan
Tetap berjalan tegak badannya
Sedang yang lain
Membawa sebongkah batu
Berjalan menunduk penuh beban keletihan
Tak apa jika sanggup menanggung
Hanya lagak dan gaya, kosong sebenarnya
Tanpa guna, sungguh percuma
Sadarlah,kau tak apa bagi temanmu
Kau hanya objek tertawaan
Barang asongan yang ingin menjadi barang mahal
Sungguh konyol jika tetap kau lakukan
Mungkin, saat ini temanmu masih diam
Masih maklum, masih paham
Tapi jangan kira ini tak kan terjadi
Kau kan seperti sampah bagi mereka
Dibuang lalu dibakar!!!